📉 Average Down Calculator
USD ($)
IDR (Rp)
A. Before-After
Current Drawdown (%):
Unrealized Loss ():
Current Return Needed to BEP (%):
Cash Needed ():
NEW Avg. Cost:
NEW Drawdown (%):
NEW Return Needed to BEP (%):
Summary: Saat ini posisi Anda sedang mengalami
.
Jika Anda spend
untuk membeli tambahan lot
di harga pasar saat ini ,
avg. cost Anda akan turun jadi .
Pada level ini, drawdown Anda akan menjadi % saja.
B. Beli Berapa Lot #1
Current Drawdown (%):
Unrealized Loss ():
Current Return Needed to BEP (%):
Cash Needed ():
NEW Avg. Cost:
NEW Return Needed to BEP (%):
Summary:
Saat ini Anda sedang dalam posisi
dan harganya harus naik
untuk mencapai BEP.
Untuk memperkecil drawdown menjadi hanya %,
Anda perlu menyiapkan dana
untuk membeli
tambahan di harga pasar saat ini
().
Setelah itu, hanya perlu rally lagi
% saja supaya Anda balik modal.
C. Beli Berapa Lot #2
Current Drawdown (%):
Unrealized Loss ():
Current Return Needed to BEP (%):
Cash Needed ():
NEW Drawdown (%):
NEW Return Needed to BEP (%):
Summary: Saat ini posisi Anda sedang mengalami
.
Agar avg. cost Anda turun jadi ,
Anda perlu dana sebesar
untuk membeli tambahan
pada harga pasar saat ini ().
Drawdown Anda akan menjadi % saja.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa itu strategi Average Down? ▼
Average Down adalah strategi membeli tambahan saham atau aset saat harganya turun, sehingga rata-rata modal atau harga pembelian keseluruhan Anda (Average Cost) menjadi lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
2. Apa bedanya Bagian A, B, dan C? ▼
- Bagian A digunakan jika Anda sudah tahu berapa lot yang mau dibeli dan ingin melihat hasilnya.
- Bagian B digunakan jika Anda memiliki target batas kerugian (misal: ingin meredam P/L jadi -5%) dan butuh info harus beli berapa lot.
- Bagian C digunakan jika Anda memiliki target harga rata-rata spesifik yang ingin dicapai, dan ingin tahu butuh beli berapa lot untuk mencapai angka tersebut.
- Bagian B digunakan jika Anda memiliki target batas kerugian (misal: ingin meredam P/L jadi -5%) dan butuh info harus beli berapa lot.
- Bagian C digunakan jika Anda memiliki target harga rata-rata spesifik yang ingin dicapai, dan ingin tahu butuh beli berapa lot untuk mencapai angka tersebut.
3. Kenapa input saya terkadang dihapus/direset otomatis oleh sistem? ▼
Kalkulator ini memiliki sistem proteksi bawaan untuk mencegah angka yang secara matematis tidak logis dalam skenario *average down*. Misalnya: Anda tidak bisa menargetkan P/L positif atau BEP (karena hal tersebut butuh modal tak terhingga), dan Anda tidak bisa menargetkan rata-rata harga yang lebih rendah dari harga pasar saat ini. Jika Anda memasukkan angka yang melanggar batas ini, sistem akan mereset kolom tersebut setelah 3 detik dan menampilkan peringatan (pesan error merah).
4. Apakah ini hanya berlaku untuk saham? ▼
Tidak. Anda bisa menggunakannya untuk Kripto, Reksadana, atau instrumen lain. Anggap saja "Lot" sebagai "Unit Koin" atau "Lembar".
5. Bagaimana cara ganti mata uang ke Rupiah? ▼
Cukup klik tombol toggle (USD / IDR) di bagian paling kanan atas kalkulator. Seluruh simbol dolar akan otomatis berubah menjadi Rp tanpa menghapus inputan Anda.
Disclaimer: Kalkulator ini disediakan hanya untuk tujuan edukasi, informasi, dan simulasi semata. Perhitungan didasarkan pada rumus matematis standar dan tidak mempertimbangkan biaya broker (fee transaksi), pajak, atau slippage. Keputusan investasi dan trading sepenuhnya berada di tangan Anda. Kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian finansial atau risiko yang timbul akibat penggunaan alat ini. Lakukan riset Anda sendiri (DYOR) sebelum melakukan transaksi di pasar modal.